Melirik Pertanian Di Desa yang Terdampak

BAGIKAN KE KAWAN MELALUI

Sungai Kunyit akan menjadi satu diantara ribuan desa di Indonesia yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus di Terminal Tanjungpura (Kijing). Dari waktu ke waktu pembangunan pelabuhan internasional hampir selesai. Dari pemberitaan yang di muat di dalam media online menyebutkan bahwa operasional akan dimulai pada tahun 2021.

Pertanian Kian Dilirik

Melirik Pertanian Di Desa yang Terdampak
Ilustrasi Tanaman Padi/ www.agrilenborneo.com

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa dalam kuartal II/2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan mencapai 16,24 %, sedangkan empat sektor yang menjadi pilar ekonomi kian melorot diantaranya Sektor industri mengalami minus 6,19 %, Sektor perdagangan mengalami minus 7,57 %, sektor konstruksi mengalami minus 5,39 %, dan sektor pertambangan mengalami minus 2,72 persen. Jika melihat data diatas, selama masa pendemi sektor pertanian lebih unggul di banding sektor lainnya. Peluang usaha pertanian sangat menjajikan di masa depan.

Semenjak memasuki 2021, kebutuhan akan bahan sandang, pangan, dan papan semakin meningkat terutama bahan pangan. Kehadiran pembangunan pelabuhan internasional membawa peluang yang sangat luar biasa seperti bidang pertanian. Banyak pihak mulai melirik Peluang usaha pertanian yang sangat menguntungkan. Sebab, di zaman yang semakin modern, usaha yang berhubungan dengan pertanian saat ini sudah semakin digemari. Tidak hanya itu, peluang usaha pertanian di desa misalnya menjadi berkah tersendiri bagi petani. Bahkan di perkotaan kini sudah semakin banyak yang mulai menekuni profesi tersebut. Sampai sekarag petani selalu dikaitkan dengan tempat yang kotor, bau, dan panas, kini usaha di bidang pertanian sudah beralih menjadi profesi Top. Jangan heran ketika akhir-akhir ini banyak ditemukan para petani modern, bahkan di perkotaan besar sekalipun.

Minim Petani Milenial

Bahkan muncul istilah petani milenial di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Gerakan yang dicanangkan oleh petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa. Dilansir oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementrian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa jumlah petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun mencapai 2,7 juta orang atau sekitar 8 % dari jumlah petani di Indonesia sebanyak 33,4 juta orang. 90 % lainnya masuk ke dalam kategori petani yang sudah tua.

Melirik Pertanian Di Desa yang Terdampak
Ilustrasi Petani Muda/ www.agrilenborneo.com

Artinya jumlah petani di Desa Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah bisa tergolong sedikit. Walau tidak ada rilis data oleh dinas terkait tetapi dengan melihat perkembangan sekarang pemuda lebih tertarik ke luar daerah. Dengan hadirnya pelabuhan internasional membuat sebagian besar pemuda mimilih kerja non pertanian. Seperti Desa Sungai Kunyit pemuda yang menekuni usaha pertanian masih minim padahal peluang usaha pertanian sangat menjanjikan. keutuhan pangan sehari-hari menjadi peluang yang luar biasa.


BAGIKAN KE KAWAN MELALUI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *